Mengenal Penyakit Vaginismus Pada Wanita dan Ketahui Gejalanya

Mengenal Penyakit Vaginismus Pada Wanita dan Ketahui Gejalanya

Pernahkah kamu mendengar istilah penyakit vaginismus? Mungkin pernah, namun tak banyak warga Indonesia yang tidak begitu mengenal istilah penyakit yang menyerang wanita ini. Vaginismus adalah salah satu jenis penyakit atau kondisi dimana vagina akan menegang bisa dilakukan penetrasi. Vagina akan kehilangan kelenturannya saat dimasuki sesuatu seperti penis. Penyakit vaginismus memang tidak mengurangi gairah seks penderitanya namun bisa menghalangi penetrasi saat berhubungan seksual.

Gejala dari penyakit vaginismus ini yaitu timbulnya rasa sakit saat melakukan hubungan seksual, khususnya saat penetrasi namun akan menghilang saat penarikan walau tidak selalu langsung hilang rasa sakitnya. Bahkan ada beberapa wanita penderita penyakit vaginismus ini menggambarkan rasa sakitnya seperti sobek atau rasa saat sedang menabrak tembok. Bahkan rasa sakitnya tidak hanya saat melakukan hubungan seks namun juga saat pemeriksaan medis, misalnya saat memasukkan tampon.

Ada berbagai macam hal yang menyebabkan adanya penyakit vaginismus ini. Menurut salah satu penelitian menyatakan bahwa salah satu penyebab adanya penyakit vaginismus adalah memasuki masa Menopause. Pada masa tersebut fisik seorang wanita menurun drastis, terlebih hormon estrogennya. Penurunan hormon estrogen menyebabkan kekurangan pelumasan pada vagina saat melakukan hubungan seks. Keelastisan akan hilang, hubungan seksual pun terasa menyakitkan dan membuat stress terkadang. Namun tak hanya itu, kadang rasa trauma di masa lalu, hubungan seks karena keterpaksaan dan ketidak inginan melakukan hubungan seks juga memicu adanya penyakit vaginismus ini.

Bisa Disembuhkan

Penyakit vaginismus merupakan disfungsi seksual pada wanita dan tentunya dapat disembuhkan. Tak perlu khawatir untuk menyampaikan hal ini pada pasangan, kamu bisa terbuka saja pada pasangan. Konsultasikan saja dengan dokter atau konsultan cinta dan rumah tangga untuk menyembuhkan penyakit ini. Banyak wanita yang mengalami masalah penyakit vaginismus ini pasca menikah.

Untuk menyembuhkannya diperlukan terapi psikis dan fisik. Terapi yang dilakukan dengan konsultasi terhadap pasien mengenai masalah psikologis penderita yang memicu ketegangan atau keresahan saat hendak melakukan hubungan seks, atau bisa juga memicu vaginismus penderita. Terapi juga bertujuan untuk melatih vagina untuk tetap rileks saat berhubungan seksual.

Latihan Senam kegel atau untuk memperkuat otot panggul bisa juga dilakukan pada saat alat pelebar berada dalam vagina. Otot di sekitar vagina dikerutkan kuat-kuat dan kemudian dikendorkan. Hal ini memungkinkan terbentuknya suatu perasaan bahwa penderita bisa mengendalikan otot-otot tersebut.

Teknik pelebaran sebenarnya bisa dilakukan sendiri di rumah dengan menggunakan jari-jari tangan. Apabila sang penderita sudah bisa menerima masuknya alat pelebar berukuran besar dengan rasa rileks dan nyaman, maka dia dan pasangannya bisa mencoba untuk melakukan hubungan seksual lagi dengan nikmat seperti dulu.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.